Walikota mengungkapkan, Lembaga Dakwah Kampus, juga para mahasiswa bisa diajarkan untuk memiliki visi, gigih, disiplin, memiliki sikap kritis dan analitis, memiliki pengetahuan kepemimpinan dan bisa menjadi contoh, peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan, serta memiliki kepercayaan yang kuat di hadapan orang-orang yang ada disekitarnya. Hal-hal inilah yang akan memudahkan seorang mahasiswa dapat berperan sebagai agent of change.
“Saya sungguh percaya bahwa hasil silaturahmi ini dapat meluaskan pikiran, memperkaya sudut pandang, sehingga saya yakin bahwa persoalan yang dihadapi mahasiswa di kampus-kampus menjadi penegasan bahwa urgensi dakwah kampus semakin urgen dan dibutuhkan,” tutupnya
Hadir dalam penutupan FSLDKN XX, Wakil Rektor I Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, pimpinan OPD Pemkot Ambon, alumni LDK, dan Ketua DPP LDK. (nicolas)









