Kementerian ATR/BPN, lanjutnya, siap mendukung pembangunan perkotaan melalui aspek legalitas dan kepastian hukum pertanahan. Penataan serta penyediaan ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami pun di Kementerian ATR/BPN siap berkolaborasi dari sisi legalitas tanahnya. Ruang terbuka hijau juga sangat penting, mungkin kita bisa melakukan kolaborasi di area tersebut,” tuturnya.
Menurut Ossy, masukan berbasis keilmuan dari akademisi, inovasi para arsitek dan pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang sesuai peruntukannya merupakan bagian penting dari pembangunan kota yang tertata.
Ia juga menyoroti kontribusi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam mendukung program pemerintah pembangunan tiga juta rumah, salah satunya melalui kegiatan bedah rumah di berbagai daerah. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi bentuk kontribusi profesi arsitek dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.
Jakarta Architecture Festival Bahas Tantangan Kota Masa Depan
Dalam Jakarta Architecture Festival 2026, Ossy tampil bersama sejumlah narasumber, yakni Ketua Sub-Kelompok Perencanaan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sapta Satria Putra; praktisi perencana dan perancang kota, Yu Sing; serta Ketua Research Course on Housing and Policy (RECEHPOL) Universitas Indonesia, Joko Adianto.









