Wansosa, Lebah-Lebah Cantik Dari Tanah Sula

oleh -377 views
Link Banner

@porostimur.com | Ambon: Berkerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, desainer Lenny Agustin menghadirkan koleksinya, Wansosa, di atas panggung fashion dunia.

Diadopsi dari bahasa Sula, Wansosa mengandung arti “lebah”. Hewan ini merupakan salah satu ikon kebanggan Sula yang dikenal dengan madu asli lebah liar di hutan. Dengan alasan ini pula, lebah menjadi salah satu signature dari motif batik Xoela. Selain itu, sang desainer sendiri, Lenny Agustin, tertarik dengan filosofi kerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang manis yang dimiliki lebah. 



Batik Xoela sendiri merupakan merk yang diciptakan pemerintah daerah Kabupaten Sula untuk menjadi identitas produk kaerajinan. Kata Xoela, merupakan nama lain dari Kepulauan Sulabesi di masa penjajahan.

Dalam pembuatan batik, Lenny Agustin melatih 23 perajin batik di Sula untuk menghasilkan kain batik khas ini. Wujud lebah, sarang, lingkungan, maupun madu dituangkan Lenny Agustin ke dalam blus berpotongan unik, rok bervolume dan asimetris, jaket oversized, serta terusan.



Koleksi ini didominasi warna yang dominan hitam dengan sentuhan biru donker, cokelat, dan marun. Namun, warna cerah seperti oranye, biru, hijau, pink, dan ungu turut mewarnai koleksi ini untuk mewakili alam lingkungan lebah. 

Baca Juga  Gugat Rektor USU, 2 Wartawan Muda Mendapat Penghargaan Oktovianus Pogau

Sedangkan, bahan batik yang digunakan ialah katun yang dipadukan dengan neoprene, kulit sintesis, dan polyester. Detail, aplikasi, maupun aksesori yang terbuat dari sulaman, rajutan, frill dari potongan neoprene, motif lebah dari potongan kain, sayap atau sarang dari kulit sintesis, hingga laser cut bentukan akrilik mempercantik ragam busana ini.

Seperti diketahui, kepulauan Sula tidak memiliki kain batik khas daerahnya. Lenny pun tergerak membuat batik yang diberi nama Batik Xoela. Tantangan apa yang dihadapi saat mendampingi mereka karena di sana mix-culture, belum ada khas batik karena terletak dengan perbatasan. Terlebih mereka basic-nya bukan seniman atau perajin.

“Saya menampilkan hasil karya para perajin batik di Sula. Saya di sana selama tujuh bulan melatih masyarakat di sana mulai yang dari remaja sampai bapak-bapak,” kata Lenny 

Baca Juga  Ketua DPRD Malut Dinyatakan Sembuh dari Corona

Kolaborasi yang diberi nama Lenny AgustinKabupaten Sula ini bertemakan Wansosa. Dalam bahasa Sula Wansosa berarti lebah. Dan lebah merupakan salah satu ikon kebanggan Sula, yang terkenal denhan hasil madu asli dari lebah liar di hutan (bukan hasil ternak).

Inilah yang menjadi point utama fashion show Lenny. Lebah menjadi dominan yang terdapat dalam Batik Xoela yang ditampilkan Lenny. “Filosofi lebah pekerja keras dan giat yang bisa menyemangati mereka,” ucap Lenny.

Batik Xoela diciptakan Lenny begitu apik dan cantik. Wujud lebah, sarang, serta lingkungannya berkembang biak dan madu ia tuangkan dalam koleksi terbarunya tersebut ke dalam blus dengan cutting unik, bawahan rok bervolume dan asimetris, jaket longgar (oversized) dan long dress yang dipadukan dengan koleksi lainnya.

Baca Juga  6 Butt Workout Ini Bikin Bokongmu Jadi Indah dan Kencang

“Saya buat motif batik basicnya ada 20 tetapi bisa dikembangkam lagi oleh masyarakat Sula nanti. Dan saya berharap di setiap batik mereka nanti tetap ada kumbang dan lebahnya. Sula itu posisinya di tengah-tengah antara Sulawesi dan Papua sehingga kebudayaannya pun mix culture,” tutur Lenny.

Untuk warna, Lenny mendominasikan warna gelap, seperti hita. dipilih dominan hitam, biru dongker, coklat, dan maroon. Tak hanya itu, di beberapa koleksinya, Lenny memasukkan warna-warna terang seperti oranye, biru, hijau, pink dan ungu.

Koleksi ini pun dilengkapi dengan hiasan detail, maupun aksesoris yang terbuat dari sulaman, rajutan, fril dari potongan-potongan bahan neoprene, motif-motif lebah dari potongsn kain, sayap-sayapan atau sarang dari kulit sistetis, hingga arkrilik yang di laser cut. (red)