Menurutnya, ketiga peristiwa tersebut mengandung pesan universal yang relevan bagi seluruh umat manusia, terutama terkait pentingnya kebijaksanaan, cinta kasih, welas asih, dan perdamaian.
“Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan Waisak menjadi landasan penting dalam menciptakan masyarakat yang saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai,” katanya.
Ambon Masuk Kota Toleran
Lebih lanjut, Ely menyoroti capaian Kota Ambon yang pada 22 April 2026 tercatat sebagai salah satu dari 10 kota paling toleran di Indonesia.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan yang terus menjaga harmoni sosial.
“Pencapaian ini merupakan buah dari komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan seluruh warga yang terus menjaga kehidupan yang rukun dan damai,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ramah tamah atau open house Waisak yang menghadirkan masyarakat lintas agama menjadi contoh nyata praktik toleransi yang hidup di Kota Ambon.
“Ketika umat Buddha membuka ruang kebersamaan dan mengundang saudara-saudara dari berbagai keyakinan, itulah wujud toleransi yang sesungguhnya,” tegasnya.










