Porostimur.com, Maba – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Timur di Pendopo Ngaku Re Rasai, Minggu (31/5/2026), menuai sorotan dari para tamu undangan akibat dinilai kurangnya kesiapan panitia.
Momen yang seharusnya berlangsung meriah dan penuh kebanggaan itu diwarnai keluhan, terutama terkait keterbatasan fasilitas tempat duduk yang tidak mampu menampung jumlah undangan yang hadir.
Akibatnya, sejumlah tamu terpaksa berdiri di bagian belakang area pendopo demi tetap mengikuti jalannya upacara.
Pejabat Daerah Ikut Berdiri
Menariknya, kondisi tersebut tidak hanya dialami masyarakat umum. Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga terlihat berdiri bersama tamu lainnya.
Beberapa di antaranya merupakan kepala dinas, kepala bagian (kabag), hingga kepala bidang (kabid) yang tidak mendapatkan kursi.
Situasi ini memunculkan kesan bahwa panitia kurang matang dalam mengantisipasi lonjakan kehadiran undangan pada peringatan hari jadi kabupaten tersebut.
Keluhan Tambahan Soal Jaringan
Selain persoalan tempat duduk, keluhan juga datang dari sisi teknis, khususnya terkait kualitas jaringan internet di lokasi acara.
Sejumlah undangan mengaku mengalami gangguan koneksi yang cukup parah, mulai dari sulitnya melakukan panggilan telepon hingga terhambatnya pengiriman pesan melalui aplikasi WhatsApp.









