Porostimur.com, Morotai – Seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Kabupaten Pulau Morotai diduga tewas bunuh diri pada 11 November 2023 malam.
Hal itu, membuat Direktur YLBH-PAPI Kabupaten pulau Morotai, Sri Ka’bah angkat bicara. Menurutnya, tewasnya siswi kelas 2 SMP dengan inisial Z (13) di rumah keluarganya di Kecamatan Morotai Selatan merupakan musibah besar.
Sri bilang, anak seusia itu, perlu ada pendampingan orang tua secara ekstra keras dalam mendidik, mengawasi, dan mendampingi anak-anaknya.
“Mereka itu, sangat labil. Tentunya, orangtua harus hadir sebagai teman, sahabat, dan guru. Jangan memposisikan diri sebagai monster yang menakutkan buat anak, sehingga anak-anak takut menceritakan masalahnya,” tegas Sri dalam rilisnya, Senin (13/11/2023).
Dampak dari itu kata dia, akhirnya anak-anak merasa terisolasi dengan sendirinya dan mencari solusi lain dari masalah yang mereka alami.
Padahal contoh bunuh diri, kmenurut Sri, bukan solusi dan jalan menyelesaikan masalah. Mestinya, orang tua harus peka dalam membaca setiap perubahan yang dialami oleh setiap anak.
“Kalau dugaan sementara dia bunuh diri itu, karena faktor keluarga. Ibunya terlalu keras terhadap korban (Z), bahkan setiap kesalahan yang dilakukan adiknya, dia juga dimarahin berulangkali. Tetapi ibunya bilang, “ngana saya bunuh”. Mungkin dari situlah ada tekanan sehingga anaknya memutuskan bunuh diri,” paparnya.




