YPPM dan Bawaslu Gelar FGD Bahas UU Pemilu dan Tantangan Demokrasi di Maluku

oleh -0 Dilihat

Ia juga menyoroti kerawanan pemilu di Lapas dan perusahaan, di mana mobilisasi suara sering dilakukan lewat pendekatan langsung ke otoritas. Tantangan lain adalah soal pembuktian pelanggaran, yang sering hanya berbasis “katanya”, sehingga diperlukan minimal dua alat bukti, termasuk dokumentasi CCTV.

Rekomendasi dan Harapan

Selain isu tersebut, FGD juga membahas rekrutmen partai politik yang rawan dinasti, meritokrasi penyelenggara pemilu, aksesibilitas bagi kelompok rentan, serta kerentanan pemilu di wilayah kepulauan akibat keterbatasan distribusi informasi.

Kegiatan diakhiri dengan harapan agar hasil diskusi menjadi rekomendasi strategis bagi perbaikan regulasi dan penyelenggaraan pemilu yang lebih demokratis, inklusif, dan berintegritas di Maluku maupun Indonesia. (Leonard Manuputty)

Baca Juga  Gedung Baru Puskesmas Kabau Diresmikan, Pemkab Sula Tekankan Pelayanan Kesehatan Harus Lebih Maksimal

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.