Ambon, 2023
======
Suatu Hari Kau Maluku
Karya: Muhammad Isya Gasko
Dalam irama tifa perjaka
Perawan-perawan menari
Tarian magis, mengundang para pelancong
“Ya Dukwai, Biarlah kami beria, biarlah kami bercinta sampai pagi”
Suatu hari kau Maluku
Epos tubuhmu yang gadihu
Pun sauh selangkanganmu
Aku ingin kita bercinta sekali lagi
Sebagai sepasang Alifuru
Yang saling menunggu dengan api
Di ranjang yang belum kita jadikan puisi.
Satu hari kau Maluku
Dalam mulut tempayang
Sepasang bibir memeluk kehausan
Setelah meriam dan peluru menikam rahimmu
Tapi dadaku tetap api kesucian itu
Memeluk nafasmu:/ merasa desahmu
Mengingatmu sebagai kekasih paling Alif:/ Uru.
Suatu hari kau Maluku
Pada matamu yang wangi fuli
Pun punggungku yang gaharu
Kita telah jatuh
Seperti pohon-pohon sagu
Tak lagi merasakan ereksi
Mampus sudah birahi
Lenyap sudah ciuman di pipi.
Suatu hari kau Maluku:/ Ri.
Jargaria, 10 Agustus 2023
Catatan kaki:
• Dukwai: Tuhan (Bahasa Dobel, Aru tengah timur)
=======
Cinta dalam Suara Ombak
Karya : Leonard Samuel Tiven
I
Niscaya dengarlah
sejatinya manusia harus tahu diri
pada hidup yang pulau.
Sebagai ombak
lautan menjadi cinta:
kala angin meniup rada sejuk
kubelai rambutnya yang teluk
murni matamu nan biru
hidupmu Sekuda dan Kakatua
lalu kukecup bibir manismu
karang dan pasir.











