Dari Kisah Ikan Purba ke Kebiasaan Membaca
Setelah bedah buku, kegiatan dilanjutkan dengan materi teknik membaca nyaring atau read aloud yang disampaikan Ade Setyaningrum Sutrisno, S.Pd., Terbaik I Putri Duta Bahasa Sulawesi Utara 2026.
Peserta diperkenalkan pada membaca nyaring sebagai metode interaktif untuk menumbuhkan minat baca, kemampuan berbahasa dan daya pikir anak sejak usia dini.
Ade juga mendemonstrasikan penerapan read aloud menggunakan Buku Saku Silakata.
“Membaca nyaring adalah kegiatan sederhana yang dapat memberikan dampak besar ketika dilakukan secara konsisten. Dengan membiasakan anak mendengar, menyimak, dan berinteraksi melalui cerita setiap hari, kita sedang membangun fondasi kemampuan bahasa dan kecintaan anak terhadap membaca,” ujar Ade.
Menurut dia, membaca nyaring bukan sekadar membacakan buku kepada anak. Ada interaksi yang harus dibangun agar anak terlibat aktif selama proses membaca.
Praktiknya pun tidak harus berlangsung lama.
“Membaca nyaring tidak harus dilakukan dalam waktu yang panjang. Kita dapat memulainya sekitar 15 menit setiap hari, bahkan dapat dibagi menjadi beberapa sesi singkat sesuai dengan rentang perhatian anak. Yang terpenting adalah konsistensi,” katanya.
Melalui metode tersebut, anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar menyimak, memperkaya kosakata, memahami struktur bahasa, merespons dan berkomunikasi.









