Porostimur.com, Langgur – Jika dikenang selama kurang lebih 23 tahun lamanya meninggalkan kampung halaman tentu bukanlah rentang waktu yang singkat. Apalagi kepergian itu bukan karena pergi merantau, namun karena pertikaian, akibat konflik sosial yang pernah melanda kepulauan Maluku pada tahun 1999 silam.
Konflik sosial yang pernah terjadi puluhan tahun silam itu, meluluh-lantakkan perekonomian serta serta hubungan persaudaraan yang terjalin sejak zaman para leluhur.
Salah satu pihak yang juga merasakan perihnya konflik sosial itu adalah masyarakat Maluku Tenggara, salah satunya adalah masyarakat Ohoi/Desa Weduar, Kecamatan Kei Besar Selatan yang terpaksa mengungsi ke Kota Tual.
Kini setelah 23 tahun berlalu, masyarakat Weduar yang beragama Muslim telah pulang dan menempati kampung halamannya seperti sedia kala.
Kepulangan masyarakat muslim Weduar pada Minggu (18/7/2022) kemarin, diantar langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun.
Kepulangan warga Weduar muslim disambuat dengan upacara dan sumpah adat di (Wama) atau pusara kampung yang dianggap sangat sakral secara adat.
Kehadiran Hanubun terlepas selaku bupati, sekaligus menjadi saksi atas kepulangan warga muslim Weduar dan menjadikan cerita sejarah untuk anak cucu yang akan datang.











