24 Tahun Perhimpunan Kanal Maluku “Perjalanan Tanpa Batas”

oleh -131 views
Link Banner

Oleh: Dino Umahuk, Pendiri dan Ketua Umum Pertama

Asslamualaikum Wr. Wb.
Selamat Malam
Salam Sejahtera
Salam Lestari

Suatu kehormatan bagi saya yang telah menjadi bagian dari sekitar 300 orang yang sambung menyambung selama 24 tahun ini, melahirkan dan membesarkan orgnanisasi pecinta alam Perhimpunan Kanal Maluku.

Dari Perhimpunan KANAL saya memahami pintu-pintu selanjutnya: human ecology, cultural ecology, Agama Bahari, Ladang Berpindah, Sustainable Develompent, Jurnalisme, Hak Azasi Manusia, Kemanusiaan, Call Paper, Research dan lain sebagainya..

Setiap yang kita pilih memang seharusnya bisa kita jadikan perantara untuk membuka pintu-pintu selanjutnya, karena segala hal termasuk perjumpaan, sudah tentu adalah hikmah.

Teman saya bilang hidup adalah kumpulan capter-capter. Saya lebih menyukai skuel per skuel, walau setiap bab itu saling sambung menyambung, tapi bagi saya kehidupan seperti sebuah suting film dimana setiap detik-detik sangat menentukan detik selanjutnya.

Baca Juga  Prajurit Lanud Pattimura Tetap Tadarusan Al-Quran di Tengah Pandemi Covid-19

Perhimpunan KANAL bagaimana pun hanyalah sebuah organisasi Pecinta Alam. Tentu ia tidaklah sempurna.

Sebagian dari kita hanyalah para pecandu kegembiraan dan kedamaian, dan sebagian anggota lainnya lebih pada pencarian bentuk kepribadian dan kesadaran diri, inilah fakta tentang kita.

Walaupun Perhimpunan Kanal barangkali bukan merupakan pilihan terbaik. Namun disini, kita tidak membunuh satu bagian untuk membangun dan memenangkan yang lain. Disini, satu dan yang lain saling membutuhkan.

Kita membiarkan kahidupan di Perhimpunan Kanal ini seperti rimba tropis, semuanya bisa hidup dan bernaung, toh mati-hidup, menyala-redup, terpenuhi atau diasingkan, adalah untuk mencari makna equilibrium, keseimbangan alami, selalu ada batas maksimal dari setiap pertumbuhan.

Baca Juga  MTC Berbagi Kasih Dengan Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an Darul Ulum

Dan walau kita tidak mengatur untuk memilih satu ideologi yang mantap (dengan menyisihkan pikiran-pikiran yang lain). Unsur-unsur alami yang membatasi akan mengontrol gerakan-gerakan yang berlebihan.

Saya belajar hidup dengan alam, dan saya menikmati kemerdekaan model ini, yang tentu saja pada akhirnya toh akan menjumpai keterbatasan dengan sendirinya.

Di Perhimpunan Kanal, kita seperti masuk kembali di hutan belantara. Setiap kebebasan kita nikmati, kita reguk. Namun mekanismenya selalu tetap: Kebebasan kita menentukan batasan kita, dan alamlah yang akan mengaturnya pada saatnya.

Kita tidak akan menjidi gila atau kehilangan kontrol diri apabila keterbatasan itu kita lepaskan dengan segenap jiwa pada alam tempat kita berbagi.

Baca Juga  Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu dari Indonesia yang Bahas Isu Papua Barat

Aturan semacam ini, mengingatkan saya pada agama-agama Nabi-Nabi sebelum Ibrahim atau Musa yang tidak pernah menuliskan wahyu.

Tuhan pernah bersabda bahwa segala penjuru alam dan seisinya selalu memuja Tuhan-nya. Dan dengan itu petunjuk dan penandanya menjadikan manusia lebih kuat untuk menemukan kesadarannya.

Pada akhirnya, Alam adalah rumah kita yang selalu merindukan kepulangan kita: manusia yang hanya berasal dari tanah liat.

Selamat Ulang Tahun ke Dua Puluh Empat. Jayalah selamanya.

Salam Lestari
KNL.9601001.AP