Pada tahun 2020, ia bertemu dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang dianggap Israel sebagai pemimpin organisasi teroris.
Menurut Jerusalem Post (2022), pertemuan tersebut memicu protes keras dari pemerintah Israel, yang menganggap Paus tidak sensitif terhadap keamanan Israel.
Beberapa politisi Israel bahkan menuduh Paus Fransiskus mendukung gerakan yang ingin menghancurkan Israel.
Selain itu, Vatikan di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus juga mendukung resolusi PBB yang mengkritik kebijakan pemukiman Israel.
Hal ini semakin memperuncing hubungan antara Gereja Katolik dan Israel, yang menganggap Paus Fransiskus tidak adil dalam menyikapi konflik Israel-Palestina.
sumber: sindonews










