Agaknya yang lebih banyak dimaksud oleh ilmuwan kedokteran ini adalah cinta dalam arti asmara sepasang kekasih.
Ibnu Hazm juga mengakui bahwa cinta adalah penyakit yang keras tapi mengandung obatnya selama sesuai dengan kaidah interaksi dengannya. Cinta adalah penyakit yang diidamkan tapi tidak dikehendaki kesembuhannya. Si pencinta tidak juga ingin siuman darinya. Cinta memperindah apa yang tadinya buruk di mata pencinta dan mempermudah apa yang tadinya berat baginya.
Merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan arti cinta antara lain: (1) suka sekali; sayang benar; (2) kasih sekali, terpikat (antara lelaki dan perempuan); (3) ingin sekali, berharap sekali; (4) rindu; (5) susah hati.
Makna-makna di atas yang dapat dinilai sebagai padanan/sinonim atau penjelasan dari kata cinta menggambarkan paling tidak sebagian dari perasaan hati siapa yang mengalami cinta, yakni pencinta terhadap objek cintanya sangat suka sekali dan sayang benar.
Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an tentang cinta yang lebih dikhususkan cinta Allah SWT kepada hamba-Nya. Ayat-ayat berikut ini menunjukkan bahwa rahmat Allah SWT meliputi segala sesuatu. Terdapat juga beberapa ayat yang membahas tentang cinta terhadap sesama makhluk.









