7 Ayat Al-Qur’an tentang Cinta dan Kasih Sayang

oleh -1 Dilihat

Merangkum buku, Jawabannya Adalah Cinta karya M Quraish Shihab ada yang menyatakan bahwa cinta berkaitan dengan sesuatu yang hakiki tetapi sesuatu itu nyaris tidak dapat terjangkau oleh nalar atau tak bisa dijelaskan oleh logika. Cinta dapat diibaratkan sebagai oksigen.

Manusia membutuhkan cinta dan merasakan manfaatnya untuk kenyamanan bahkan kelanjutan hidup, tetapi cinta bukanlah sesuatu yang dapat melihat apalagi merabanya. Beberapa ulama menafsirkan tentang cinta.

Al-Jahizh dalam bukunya yang berjudul An-Nisa’ (Perempuan), melukiskan cinta sebagai perasaan yang ditunjang oleh nalar. Ia jauh dari permainan.

Ibn Hazm dalam bukunya, Hauq al-Hamamah (Kalung Merpati), beliau menulis: “Cinta pada awalnya permainan dan pada akhirnya kesungguhan. Ia tidak dapat dilukiskan tetapi harus dialami agar diketahui. Agama tidak menolaknya dan syariatpun tidak melarangnya, karena hati di tangan Tuhan, Dia yang membolak-baliknya.”

Sementara Ibnu Sina menilai cinta sebagai penyakit. Dalam bukunya, Al-Qanun fi at-Thibb, filsuf dan dokter ini menguraikan gejala-gejalanya antara lain: “Hati si pencinta selalu bergejolak, tidak stabil, sekali senang sekali susah, sekali tertawa dan di kali lain menangis”

No More Posts Available.

No more pages to load.