Tantangan Kemiskinan dan Pengangguran
Di sisi lain, Hendrik tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi Maluku, mulai dari tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, hingga pertumbuhan ekonomi yang belum signifikan.
“Untuk itulah, kita harus berbenah guna mengejar ketertinggalan dan mengatasi permasalahan yang ada, salah satunya melalui penataan birokrasi ini,” tegasnya.
Ia menyebut, sejak memasuki bulan ketujuh penyelenggaraan pemerintahan bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, pihaknya konsisten mendorong transformasi birokrasi sebagai fondasi pembangunan.
Sapta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Pelantikan pejabat kali ini, kata Hendrik, merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku meningkatkan tata kelola pemerintahan dan menciptakan birokrasi yang kuat serta profesional,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi Transformasi Maluku Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Tujuh Sapta Cita.
“Untuk itu, pelantikan ini harus dimaknai sebagai kebutuhan organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan,” tandasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










