Faktanya, ketika kesedihan sudah hilang, ingatkan bahwa mereka mempunyai peluang besar untuk memulai awal yang baru. Dorong temanmu untuk menempuh jalur pengembangan diri yang memberi pengaruh dalam hidup.
Ingatkan pula bahwa mereka harus berinvestasi pada diri mereka sendiri, semata-mata demi kebaikannya.
4. Jangan meremehkan perasaan mereka

Beberapa perkataan yang dimaksudkan untuk menghibur bisa dianggap tidak valid dan seolah meremehkan perasaan mereka. Hindari pernyataan yang meremehkan seperti, “Untungnya kamu tidak terlalu lama bersama dia”. Hal ini mungkin tampak ceroboh mengingat rasa sakit hati yang luar biasa yang mungkin mereka rasakan.
Sebaliknya, biarkan mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan kemudian validasi perasaannya. Meski diam-diam kamu merasa temanmu bereaksi berlebihan, ingatlah bahwa setiap orang mengalami kesedihan karena kehilangan hubungan dengan cara yang berbeda-beda.
5. Hindari bicara buruk tentang mantannya

Putus cinta adalah waktu untuk berproses dan menumbuhkan sikap positif. Jika kamu marah kepada mantannya atas apa pun yang terjadi, atau tidak pernah memercayainya sejak awal, sebaiknya simpan pendapatmu sendiri sampai semuanya beres.
Memberikan komentar negatif hanya akan membuat temanmu merasa tidak bisa mengungkapkan perasaannya karena merindukan atau masih mencintai mantannya. Jadi hindari bicara keburukan itu saat menghadapi teman yang baru putus cinta.









