700 pelaku Usaha di Malut Bakal Dapat Jaminan BPJS Keternagakerjaan

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Salah satu terobosan dalam acara yang bakal dilaksanakan Expo UKM-IKM Maluku Utara pada Sabtu 6 Februari 2021 mendatang adalah penandatanganMemorandum Of Understanding (MoU) dengan Wahana Visi Indonesia Maluku Utara dan BPJS Ketenagakerjaan Maluku Utara.

Tujuan penandatanganan MoU ini agar UKM-IKM Maluku Utara memberi jaminan BPJS ke 700 pelaku usaha UMKM di Provinsi Maluku Utara.

Inisiatif ini sebagai kepedulian Wahana Visi Indonesia dalam upaya memberikan dukungan kepada pelaku usaha di tengah pandemi covid-19, agar selama melakukan kegiatan usaha untuk tenaga kerja dapat perlindungan kecelakaan dengan premi khusus dari BPJS ketenagakerjaan berkisar 16.000 rupiah perbulan. dimana selama 3 bulan akan diberikan secara suka rela atau gratis.

Baca Juga  Jurnalis Halbar Sesalkan Sikap Oknum Security Bank Maluku-Malut Usir Wartawan

Teknis program jaminan ketenagakerjaan ini akan di sosialisasikan dalam salah satu materi acara talkshow agar dapat dipahami dan dimengerti. Selama ini jaminan ketenagakerjaan belum menyentuh para pelaku usaha UMKM lokal.

“Kami berkolaborasi memanfaatkan jejaring saja, dan alhamdulilah bersyukur Wahana Visi Sangat konsern atau peduli, disambut oleh pihak BPJS ketenagakerjaan Maluku Utara,”kata Ketua UMKM-IKM Maluku Utara, Nurlaela Syarif Jumat (22/1/2021).

Nurlaela, berharap nantinya dari 100 peserta yang akan ikut expo atau pameran ini mendapat perhatian masyarakat agar tetap dengan protokol kesehatan datang di Tanggal 6 Februari dari jam 9.00-18.00 WIT.

Di expo ini, masyarakat dapat melihat keanekaragaman produk lokal dari Ternate, Tidore, Morotai dan Halmahera, sekaligus bisa berdayakan pelaku usaha lokal di tengah pandemi ini sebagai bagian dari kepedulian kita semua.

“Kegiatan akan berlangsung 1 hari saja dan ketat protokol kesehatan mulai dari panitia akan siapkan tempat cuci tangan, thermogun, harus pakai masker dan setiap peserta akan disetting jaga jarak. Untuk makanan prasmanan dari pelaku usaha katering juga kita siapkan sarung tangan agar prokes tetap diterapkan,” tutupnya. (alfian)