8 Bulan Sering Mati Lampu, Paguyuban Seram Selatan Demo PLN Maluku

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ingin meminta kejelasan terhadap pemadaman lampu PLN yang sering terjadi di Kecamatan Tehoru-Telutih Kabupaten Maluku Tengah, memaksa sejumlah pemuda asal kecamatan setempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Senin, 26 April 2021.

Aksi unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap pelayan PLN yang dinilai kurang peduli terhadap keluhan masyarakat terkait pemadaman lampu PLN tersebut.

Sebagaimana disampaikan dalam orasi para pengunjuk rasa, bahwa sering terjadinya pemadaman lampu PLN di Kecamatan Tehoru-Telutih sudah berlangsung kurang lebih 8 bulan tanpa ada alasan yang pasti.

Narsum, salah satu pengunjuk rasa mengatakan, pemadaman itu terjadi sampai dengan bulan puasa saat ini.

“Dalam bulan puasa ini, setiap hari terjadi pemadaman listrik satu sampai tiga kali, kalaupun menyala, tapi tidak normal alias remang-remang.” katanya.

Narsum mengungkapkan, akibat lampu listrik yang menyala tidak normal dan bahkan padam secara total itu, membuat masyarakat banyak yang keluhkan kerusakan alat elektronik dirumahnya.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Botol Miras Ke Maluku Utara

“Ada beberapa warga yang mengeluh alat elektronik seperti TV, Kulkas, Mesin Cuci dan dispenser rusak, bahkan ada sejumlah Mahasiswa di kampung yang mau kuliah online tidak bisa dilakukan akibat padamnya lampu, tapi pihak PLN tidak mau tahu dengan keadaan itu,” ungkapnya.

Disamping itu, Nasrum membeberkan, Seluruh seram selatan terkena dampak pemadaman lampu. Yang paling parah terkena dampak menurutnya yaitu generator di Desa Turitibar, Tehoru, Haya dan sekitarnya.

Menurut Nasrum, berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat agar meminta pihak PLN lebih serius melihat masalah tersebut.

“Kami sudah menyampaikan segala permasalahan itu kepada pihak PLN, baik secara mediasi maupun demonstrasi. Hal itu kami lakukan dari tahun 2020 lalu, sampai sebelum puasa. Kami datangi kantor PLN di Tehoru, kemudian di kantor cabang masohi, dan selanjutnya di Kantor Wilayah PLN saat ini, tapi kami tidak temukan alasan yang jelas dari pihak PLN,” bebernya.

Baca Juga  Kunker Ke Aru, Kapolda Maluku Gelar Dudu Bacarita Kamtibmas

Narsum menyesal karena pihak PLN terkesan saling lempar tanggung jawab, serta alasan yang diberikan selalu berubah-rubah.

“Pihak PLN selalu memberikan alasan pemadaman karena keadaan alam, petugasnya tidak memadai, soal jaringan dan alasan lainya yang selalu berubah-rubah. Yang kami mau adalah solusi yang konkrit,” kesalnya.

Padahal, Nasrum menambahkan, pembayaran rekening listrik dari masyarakat tetap normal.

“Kami tetap bayar rekening listrik secara normal, meskipun sebagai konsumen kami dirugikan, dan ada kerusakan alat-alat elektronik, namun pihak PLN tidak berikan dispensasi biaya rekening listriknya. Lantas apakah kerusakan alat-alat elektronik milik masyarakat itu ada biaya ganti rugi dari pihak PLN? ” tanya Nasrum dengan nada kesal.

Baca Juga  Keluarga Besar Nusantara Baru Kabupaten Buru, Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

Saat dikomunikasikan ke Kantor Wilayah PLN di Ambon, kata Narsum, pihak PLN Wilayah hanya memberikan jawaban bahwa akan berkomunikasi dengan kantor cabang PLN di Masohi. “Hanya itu saja alasan mereka, dan terus berputar-putar dengan alasan itu, tanpa ada solusi yang pasti.” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Porostimur.com belum berhasil konfirmasi dengan pihak PLN, baik pada PLN Cabang Masohi maupun pada Kantor Wilayah di Ambon. Dari beberapa petugas PLN Wilayah yang ikut menghadang pengunjuk rasa di depan kantor, juga belum memberikan alasan yang tepat untuk menjawab tuntutan dari pemuda asal Tehoru-Telutih tersebut.

Adapun poin tuntutan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa diantaranya, segera copot jabatan Kepala PLN Rayon Masohi, aktifkan kembali PLN kecamatan Tehoru, dan evaluasi kinerja pekerja di PLN Rayon Masohi.
(cr1/cr2/GPPerMi)

Editor: Mukhlis