80 Tahun RI: Jokowi Vs Prabowo dalam Sorotan Budaya

oleh -410 views
Smith Alhadar

Katanya, sudah ribuan pemodal yang antri. Kenyataanya, tak ada investor yang tertarik untuk berinvestasi di sana sehingga duit rakyat digunakan untuk proyek bernilai ratusan triliun yang terancam mangkrak. Selanjutnya, ia berbohong telah berhasil membangun mobil Esemka.

Kedua, enggan bertanggung jawab atas perbuatannya. Kesalahan yang dilakukan atasan digeser ke bawahannya dan terus dilakukan hingga ke jabatan paling bawah. Ini juga menjadi ciri Jokowi. Ia dikenal suka menyebut diksi “terkejut” bila terdapat kesalahan kebijakan pemerintah yang serius, yang bisa diartikan ia tidak tahu atas kebijakan yang dibuat bawahannya.

Contoh paling anyar adalah kasus Tom Lembong. Tom dijadikan tersangka korupsi oleh KPK terkait impor gula ketika ia menjadi Menteri Perdagangan di periode pertama pemerintahan Jokowi (2016-2019). Tuduhan serampangan KPK ini ditengarai atas perintah Jokowi karena Tom mendukung Anies dalam pilpres 2024. Setelah Prabowo memberi abolisi terhadap Tom, Jokowi mengaku dia yang memerintahkan Tom mengimpor gula yang menguntungkan kroninya.

Baca Juga  Ungkap 56 Kasus Narkoba, Polda Maluku Amankan 71 Tersangka

Ketiga, jiwa feodal. Salah satu tujuan dari revolusi kemerdekaan adalah membebaskan manusianya dari feodalisme. Karena itu, kita melihat para founding fathers kita sebagai orang-orang terpelajar yang jujur dan hidup sederhana. Pada masa pemerintahan Jokowi feodalisme semakin menjadi-jadi. Feodalisme adalah sistem sosial, ekonomi, dan politik.

No More Posts Available.

No more pages to load.