80 Tahun RI: Jokowi Vs Prabowo dalam Sorotan Budaya

oleh -459 views
Smith Alhadar

Feodalisme berkaitan erat dengan struktur hierarki antara penguasa dan rakyat. Terdapat tiga prinsip utama yang juga menjadi ciri feodalisme, yaitu kekuasaan terpusat, kekerbatan, dan pengkultusan terhadap pemimpin. Ciri-ciri ini juga melekat pada diri Jokowi. Kekusaan diperkuat dengan memelihara pejabat-pejabat bermasalah, terutama para pemimpin partai.

Juga mengangkat Anwar Usman menjadi Ketua MK yang kemudian memanipulasi hukum untuk membuat putera Jokowi, Gibran Rakabuming, menjadi Wapres, dan menggunakan pengaruhnya untuk memuluskan mantunya, Bobby Nasution, menjadi Gubernur Sumut, serta Kaesang Pangarep (putera bontot Jokowi) memimpin PSI. Selanjutnya, Jokowo membangun citra diri sebagai pemimpin sederhana dan peduli pada rakyat. Semua ini bertujuan membangun dinasti.

Keempat, percaya takhayul. Rakyat Indonesia, termasuk Jokowi, masih percaya benda-benda disembah untuk peroleh berkah. Pemecatan Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan isu ini. Suatu ketika Duta Besar Belanda menginformasikan kepada Jokowi bahwa Belanda akan menyerahkan keris Pangeran Diponegoro kepada Indonesia.

Baca Juga  Mojtaba Khamenei: Dengan Pertolongan Tuhan, AS Menghadapi Kekalahan Memalukan

Jokowi girang bukan main karena percaya penerimaan langsung keris itu akan memberikan berkah kepadanya. Namun, ketika pejabat Belanda yang membawa keris itu tiba di Indonesia, Jokowi sedang melawat ke Filipina. Maka, Anies yang menerima keris itu. Jokowi marah besar karena menganggap Anies menyabotase event penting itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.