Oleh: M. Din Syamsuddin, Sekretaris Umum MUI (2000-2005), Anggota Tim Resolusi Konflik Poso dan Ambon
Tuduhan dari seorang yang katanya aktivis Kristiani di sebuah TV Nasional bahwa Pak JK anti-Kristen atau menghina Agama Kristen adalah salah kaprah, dan gagal paham. Ucapan Pak JK dalam Kuliah Ramadhan di Masjid Kampus UGM beberapa waktu lalu jelas dipotong (tidak utuh), sehingga out of context.
Saya memahami dari jarak dekat bahwa ucapan Pak JK, yang sering beliau ulang-ulang, dari argumennya sewaktu mendamaikan Konflik Poso dan Konflik Ambon di awal 2000-an adalah benar secara teologis dan sosiologis. Saya sebagai Sekretaris Umum MUI bersama Pdt. Dr. IP Lambe, Sekretaris Umum PGI waktu itu, diajak oleh Menko Kesra Jusuf Kalla untuk bergabung dalam Tim Pendamai.
Sebagai Pendamai Pak JK menggunakan pendekatan rasional persuasif bahwa klaim kedua belah pihak (Kelompok Muslim dan Kelompok Kristiani) yang berbunuh-bunuhan dengan menggunakan alasan ajaran agama masing-masing adalah keliru. Tidak benar bahwa membunuh pemeluk agama lain, baik Muslim terhadap Kristiani dan sebaliknya, merupakan jalan ke surga. Pak JK bahkan mengatakan kalian bisa masuk neraka.
Dari jarak dekat, sebagai anggota Tim Pendamai Konflik Poso dan Konflik Ambon, saya membenarkan argumen Pak JK. Dan, alhamdulillah dengan cara demikian kedua konflik berdarah itu dapat diatasi. Khusus di Ambon, gerakan sahabat saya Pdt Jacky Manuputti (sekarang Ketua Umum PGI) sangat membantu. Pdt. Jacky Manuputti memprakarsai Gerakan Provokator Damai.









