HUT ke-91 GPM sekaligus menjadi momentum untuk melakukan refleksi. Sebab, panjangnya usia sebuah gereja tidak semata-mata diukur dari sejarah yang telah dilewati, tetapi juga dari seberapa besar kehadirannya memberikan dampak bagi umat dan masyarakat.
Khusus di Kota Ambon, peran tersebut semakin strategis. Kehidupan masyarakat Ambon dibangun di atas keberagaman dan semangat hidup orang basudara.
GPM memiliki ruang besar untuk terus memperkuat toleransi, menjaga kerukunan dan membangun jembatan persaudaraan di tengah masyarakat.
Pemerintah dan Gereja Harus Bergerak Bersama
Wattimena juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga-lembaga keagamaan.
Gereja memiliki kekuatan besar dalam pembinaan karakter, penguatan keluarga, pendidikan moral dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi pemerintah dan gereja diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diterjemahkan dalam program dan gerakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pembangunan, lanjutnya, juga tidak semata berbicara mengenai jalan, gedung dan infrastruktur.
Pembangunan pada akhirnya berbicara tentang manusia, karakter, persaudaraan dan kualitas kehidupan masyarakat.









