@porostimur.com | Yaman: Sebuah kapal tanker yang ditinggalkan di dekat Pantai Yaman menjadi bom waktu serta ancaman bagi Laut Merah dan perairan dunia.
Dilansir Pantau.com, para ahli memperingatkan bahwa penumpukan gas volatil di kapal tersebut dapat menyebabkan ledakan yang akan menyebabkan jutaan galon minyak mencemari lautan.
Kapal tanker yang terdampar sejak 2015 di dekat Pelabuhan Yaman Ras Isa, berisi sekitar 1,1 barel minyak bumi. Terdampar selama bertahun-tahun tanpa perawatan, kapal itu kini kondisinya semakin memburuk yang akan menjadi malapetaka lingkungan global dalam sejarah.
Kapal tanker yang terdampar itu diketahui milik perusahaan minyak negara, Yemen Oil and Gas Corporation, dilansir Russian Times, Rabu (24/7/2019).
Bergantung pada waktu dan arus air, ledakan dari kapal tanker itu mungkin akan mengalir ke Terusan Suez, dan mungkin akan menyebar ke Selat Hormuz, demikian pernyataan Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock kepada Dewan Keamanan PBB.
“Saya serahkan kepada Anda untuk membayangkan dampak bencana tersebut terhadap lingkungan, jalur pelayaran, dan ekonomi global,” ucapnya seraya menambahkan bahwa pembahasan perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu secepat mungkin.




