Warga Desa Kamal dan Nuruwe di SBB Bakalai Tagal Teteka

oleh -145 views

Porostimur.com, Piru – Warga Desa Kamal dan Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, saling serang dan memblokade jalan, sehingga aktivitas Jalan Trans Seram lumpuh, Senin (3/3/2025).

Bentrokan tersebut dipicu oleh kesalah pahaman terkait kematian seorang warga Nuruwe berinisial FR alias Teteka (25) yang diduga mengalami kecelakaan dengan sepeda motor di Desa Kamal.

Namun warga Desa Nuruwe menduga teteka meninggal akibat penganiayaan, sehingga terjadi konsentrasi massa di perbatasan kedua desa yang kemudian memicu aksi saling serang dan pemblokiran jalan utama Trans Seram tujuan Piru-Kairatu.

Insiden tersebut dibenarkan oleh Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK.

“Benar ada insiden saling serang antara kelompok masyarakat Desa Nuruwe dan Desa Kamal, Senin pagi tadi,”ungkap Kapolres.

Baca Juga  Diduga Terkait Korupsi Tunjangan DPRD Rp64,2 Miliar, SEMMI Malut Laporkan Wali Kota Ternate ke Kejati

Terkait motifnya, lanjut Kapolres, masih didalami. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Dia menyebut, terjadi aksi palang jalan dan saling serang antar kelompok masyarakat kedua desa tersebut dengan menggunakan benda tajam dan benda tumpul itu, akibat informasi yang tidak jelas.

“Kelompok masyarakat Desa Nuruwe ini menduga korban FR alias Teteka (25), meninggal karena dianiaya,”ujarnya.

Informasi tersebut belum jelas. Sementara ini, FR alias Teteka diduga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan dari Desa Kamal menuju ke Desa Nuruwe. Meski begitu, pihaknya masih didalami.

“Personil Polsek Waisarisa yang menerima laporan masyarakat langsung mendatangi TKP dan membawa pengendara ke Puskesmas Kairatu untuk di lakukan perawatan medis. Namun nyawa FR ini tidak bisa tertolong,” jelas Kapolres. (red)

Baca Juga  Wawali Ambon Minta Camat Bentuk Forum Anak di Seluruh Desa dan Kelurahan

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News