Komando Tak Terlihat Iran: Kekuatan di Balik Kesunyian

oleh -864 views

Oleh: Peiman Salehi, Analis politik dan penulis yang berfokus pada keadilan global, multipolaritas, dan urusan Timur Tengah

Selama bertahun-tahun, ketika kemampuan militer Iran muncul di media internasional, pembahasannya sering menyempit pada satu nama: Pasukan Quds.

Nama itu familiar, terlihat, dan mudah digunakan untuk membangun narasi tentang jangkauan regional Teheran. Namun, kerangka berpikir tersebut justru menutupi sesuatu yang lebih mendesak dan relevan ketika pembahasan bergeser dari pengaruh jangka panjang ke konfrontasi jangka pendek.

Jika terjadi serangan terbatas di sebuah pulau, pelabuhan, atau infrastruktur penting, bukan Pasukan Quds yang pertama kali muncul. Unit-unit yang benar-benar akan merespons dan menentukan hasil dalam jam-jam awal justru jauh kurang dikenal. Dan itu bukan karena mereka tidak ada, melainkan karena sistem Republik Islam sejak awal memang tidak dibangun di sekitar satu formasi elit saja.

Sebaliknya, yang ada adalah struktur berlapis, tersebar di berbagai institusi, di mana “pasukan khusus” bukanlah sebuah merek, melainkan fungsi.

Baca Juga  Wetar, Surga Tersembunyi di Timur Indonesia yang Menanti Dijelajahi

Model kekuatan yang terdistribusi

Di pusat struktur ini berdiri Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), khususnya pasukan daratnya. Di dalamnya, istilah yang paling sering muncul—dan kerap disalahpahami—adalah Saberin. Istilah ini kadang dianggap sebagai satu unit, tetapi itu hanya menggambarkan sebagian dari kenyataan.

No More Posts Available.

No more pages to load.