Porostimur.com, Tel Aviv – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mencuat dari dalam negeri. Kali ini datang dari mantan Menteri Kehakiman Israel, Daniel Friedmann, yang menilai lemahnya posisi politik Netanyahu telah membuat Israel kehilangan kemandirian dalam menentukan arah kebijakan luar negerinya.
Dalam artikel opininya yang dimuat surat kabar Maariv pada Sabtu (27/6), Friedmann menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menuntun Netanyahu dan Israel melewati apa yang ia sebut sebagai “perjalanan penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Menurut Friedmann, perang yang berkepanjangan di Jalur Gaza tidak hanya membawa kehancuran kemanusiaan, tetapi juga menggerus posisi diplomatik Israel di mata dunia.
“Gambar-gambar yang dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia adalah Jalur Gaza yang hancur, anak-anak yang tewas dan terluka, serta orang-orang yang hidup di tengah reruntuhan,” tulis Friedmann sebagaimana dikutip Anadolu.
Ia menilai sebagian kalangan di Israel memang menganggap operasi militer tersebut berhasil meningkatkan efek gentar terhadap musuh. Namun, menurutnya, keberhasilan itu harus dibayar mahal dengan merosotnya citra Israel di panggung internasional.
Opini Dunia Berbalik Arah
Friedmann mengingatkan bahwa setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, simpati masyarakat internasional sempat mengarah kepada Israel. Namun, seiring berjalannya perang dan meningkatnya korban sipil di Gaza, persepsi global mulai berubah.









