Porostimur.com, Houston – Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi sorotan sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026. Alih-alih mengakhiri perdebatan, teknologi tersebut justru memunculkan sejumlah keputusan kontroversial yang memengaruhi hasil pertandingan dan nasib beberapa tim peserta.
Mulai dari gol yang dianulir karena offside dengan selisih sangat tipis, hingga keputusan wasit yang berubah setelah peninjauan ulang, VAR menjadi salah satu cerita yang paling banyak diperbincangkan sejak fase grup hingga babak gugur.
Portugal vs Kroasia Jadi Sorotan
Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian terjadi saat Portugal menghadapi Kroasia pada babak 32 besar di Toronto.
Laga yang berlangsung lebih dari 100 menit itu diwarnai serangkaian pemeriksaan VAR, terutama melalui teknologi offside semi-otomatis yang beberapa kali membatalkan gol.
Portugal sempat menyamakan kedudukan lewat Cristiano Ronaldo melalui titik penalti setelah VAR meminta wasit meninjau pelanggaran Nikola Vlašić terhadap Renato Veiga dalam situasi sepak pojok.
Drama berlanjut ketika gol Luka Sušić untuk Kroasia dianulir karena offside. Portugal kemudian berbalik unggul melalui sundulan Gonçalo Ramos pada masa injury time.
Kontroversi terbesar terjadi pada menit ke-113 saat Joško Gvardiol mencetak gol yang sempat membawa Kroasia menyamakan kedudukan. Setelah dilakukan pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena Mario Pašalić dinilai berada dalam posisi offside pada awal proses serangan.









