Porostimur.com, Piru — Air bersih masih menjadi kebutuhan yang belum sepenuhnya mudah diakses masyarakat Dusun Tatinang, Desa Waisala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Persoalan itu kini mulai mendapat perhatian langsung dari Komandan Kodim (Dandim) 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda, S.H., M.Han., yang turun ke lapangan untuk melihat kondisi sumber air sekaligus meninjau kemungkinan pengembangan jaringan air bersih bagi masyarakat.
Bersama Kepala Dusun Tatinang, Dandim menelusuri lokasi sumber air hingga titik yang direncanakan menjadi kawasan pelayanan bagi warga.
Peninjauan tersebut sekaligus untuk memastikan kebutuhan pembangunan dapat dipetakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar berdasarkan laporan.
Dari hasil tinjauan, sumber air yang akan dimanfaatkan berada sekitar 500 meter dari lokasi yang direncanakan dialiri.
Jarak itu menjadi salah satu tantangan utama. Air dari sumber harus dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang kurang lebih 500 meter agar dapat menjangkau kawasan masyarakat.
Tidak hanya pipa. Infrastruktur pendukung berupa jaringan kabel listrik juga menjadi kebutuhan yang harus diperhitungkan dalam rencana tersebut.
Jarak 500 Meter, Air Bersih Belum Mudah Dijangkau
Kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa persoalan air bersih di Dusun Tatinang tidak berhenti pada ada atau tidaknya sumber air.









