Wali Kota Ambon Buka Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami, Warga Pesisir Diminta Siaga

oleh -13 Dilihat
Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana saat membuka kegiatan tersebut di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026).

Porostimur.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Tahun 2026. Langkah ini menjadi penting mengingat kondisi geografis Ambon yang rentan terhadap bencana geologi, ditambah catatan sejarah gempa bumi dan tsunami yang pernah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.

Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana saat membuka kegiatan tersebut di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Bodewin, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan sarana dan prasarana mitigasi yang disediakan pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.

Baca Juga  Bahlil Lahadalia Tekankan Konsolidasi Golkar hingga Desa untuk Menangkan Pemilu 2029

“Bencana tidak mungkin kita hindari. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kesiapsiagaan kita sehingga ketika bencana itu datang, kita mampu menghadapinya dan mengurangi risiko yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selain gempa bumi dan tsunami, Kota Ambon juga menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, serta bencana akibat cuaca ekstrem yang berulang setiap tahun. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.