Wali Kota juga mengapresiasi respons masyarakat saat gempa bumi melanda Ambon pada 2019. Ketika itu, warga menunjukkan reaksi cepat dengan bergerak menuju wilayah yang lebih tinggi.
Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan modal penting yang perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan agar masyarakat mampu memahami karakteristik gempa bumi, mengenali potensi tsunami, serta mengambil tindakan penyelamatan secara tepat.
Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2026, Pemkot Ambon menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di tiga wilayah sasaran, yakni Kelurahan Tihu, Negeri Rumah Tiga, dan Desa Poka.
“Yang kita perjuangkan adalah tidak adanya korban jiwa. Itu masih bisa kita upayakan sepanjang masyarakat mendapatkan edukasi dan memahami dengan baik bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi dan tsunami,” ujar Bodewin.
Wali Kota Tekankan Pentingnya Pemahaman Jalur Evakuasi
Bodewin mengingatkan, keberadaan rambu-rambu dan jalur evakuasi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat tidak mengetahui lokasi dan fungsi fasilitas tersebut.
Karena itu, warga diharapkan memahami jalur penyelamatan yang tersedia di lingkungan masing-masing dan menjadikannya sebagai pedoman ketika menghadapi keadaan darurat.









