Kisah Kuda Hitam: ‘Dewa-Dewa’ Yunani Meraih Juara Euro 2004

oleh -649 views

Porostimur.com | Ambon: Mimpi pasukan Otto Rehhagel bisa jadi biasa saja saat mereka terbang ke Portugal namun mungkin mereka sendiri kaget dengan apa yang terjadi di sana.

“Target awal adalah memenangkan sebiji pertandingan. Catatan itu akan dianggap sukses: menang hanya satu pertandingan.”

Jelang Euro 2004, mau dilihat dari sudut pandang manapun sepakbola Yunani adalah kurcaci Eropa, sebuah anggapan yang dilontarkan oleh anggota skuad Vasilis Tsiartas. Mereka gagal lolos ke putaran final Euro sejak 1980, di mana tim tersebut gagal mengoleksi kemenangan. 

Satu-satunya penampilan Yunani di Piala Dunia terjadi pada 1994, yang berakhir dengan tiga kekalahan, tanpa gol dan kebobolan sepuluh. 

Tak heran jika kita bisa mengatakan tidak seorangpun di dunia yang memprediksi tim polesan Otto Rehhagel akan menjadi penguasa Eropa sepuluh tahun kemudian.

Baca Juga  Bedah Buku “Pengelolaan Politik Identitas Tanimbar” Begini Gagasan Simon Batmomolin

Namun mereka benar-benar mengejutkan dunia dengan memukul tuan rumah 1-0 di partai puncak sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di dunia olahraga. 

Yunani telah mencatat sejarah sepakbola,” kata Rehhagel setelah mengangkat trofi Henri Delaunay. “Ini sensasi.”

“Kejutan itu selalu ada. Ingat bagaimana Korea Utara menghajar Italia di Piala Dunia Inggris 1966? Kali ini kejutannya adalah kami.”