Porostimur.com | Ambon: “Kekasih Yang Tak Dianggap” adalah lagu yang kembali dipopulerkan oleh Pinkan Mambo.
Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Kertas Band tahun 2009.
Lirik lagu ini membicarakan nasib seorang kekasih yang tidak dianggap oleh pasangannya, namun si kekasih tetap bersabar, seperti penggalan liriknya berikut ini:
Sebagai kekasih yang tak dianggap
Aku hanya bisa mencoba mengalah
Menahan setiap amarah
Sebagai kekasih yang tak dianggap
Aku hanya bisa mencoba bertahan
kuyakin kau kan berubah.
Tapi kita tidak sedang membicarakan Pingkan Mambo dan lagu Kekasih yang Tak Dianggap. Kita akan berbicara tentang wakil gubernur yang tak dianggap.
Sebagaimana sudah menjadi mahfum bagi warga Maluku, terutama mereka yang menetap di Kota Ambon bahwa, selain tidak pernah melihat gambar Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno pada berbagai alat peraga di ruang publik seperti baliho, spanduk maupun banner, wakil gubernur ini juga jarang muncul di ruang-ruang pemberitaan media massa di daerah ini maupun di acara-acara pemerintah.
Ada tapi seperti tiada. Nasib Orno ibarat kekasih yang tak dianggap. Posisinya diperlakukan benar-benar seperti ban serep.
Kepada jurnalis porostimur.com yang bertanya soal perlakuan yang diterimanya, Selasa (20/4/2021) di ruang kerjanya, Barnabas hanya bilang,… “Tidak dipasang di baliho dan lain sebagainya juga tidak apa-apa, toch semua orang Maluku mengetahui kalau dirinya adalah wakil gubernur”.




