Teror Tahun 1975 di Belanda, Menagih Janji Maluku Selatan yang Merdeka

oleh -59 views

Porostimur.com – Ambon: 25 November 1975, Ratu Juliana di Belanda membacakan pidato yang memproklamasikan kemerdekaan Suriname, tanah koloni mereka selama berabad-abad di Amerika Selatan.

Dalam pidatonya, ia mengatakan “semua orang punya hak untuk memiliki negerinya sendiri.” Kemerdekaan itu sendiri adalah pemenuhan janji Belanda terhadap orang-orang Suriname sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Namun, ada satu masalah janji kemerdekaan yang tidak tuntas ditunaikan oleh Belanda, kepada orang-orang Maluku. Ketidaktuntasan ini mengakibatkan serangan teror di negeri kincir angin itu, satu pekan setelah kemerdekaan Suriname.

Sebelumnya, orang Maluku Selatan yang ada di Belanda berasal dari KNIL yang dipindahkan ketika situasi di Indonesia runyam setelah kemerdekaan. Pada 1949, Belanda berjanji untuk memberi kemerdekaan di Ambon agar bisa mandiri lewat Republik Maluku Selatan yang diproklamasikan setahun berikutnya.

Namun pada 1950 kemerdekaan itu tidak terwujud karena RIS bubar dan tentara Indonesia menginvasi Maluku. Sementara di Belanda, mereka mengalami nestapa dengan pemecatan sepihak oleh pemerintah.

Baca Juga  Dua Puisi Dino Umahuk

Pembajakan kereta Beilen

2 Desember 1975, lebih dari 77 orang menjadi penumpang kereta antarkota dari Groningen menuju Amsterdam. Kebanyakan dari mereka adalah pensiunan yang hendak berpelesiran karena mendapatkan diskon tiket kereta.