“Jangan ada yang coba-coba mengundurkan diri hanya karena saat ini Jokowi sedang berat beratnya memimpin bangsa dan negara di saat hantaman pandemik Covid-19,” masih kata Arief Poyuono.
Dia mengatakan, Covid-19 telah menyedot anggaran negara untuk diarahkan ke program penanggulangan Covid-19. Akibatnya, banyak proyek strategis yang ditunda, yang nilainya ratusan triliunan rupiah. Bagi sebagian menteri dan orang dekat Jokowi, situasi anggaran yang berkurang ini tidak menarik lagi.
“Ada indikasi mulai adanya dugaan benih-benih pengkhianatan terhadap Jokowi di kabinet Jokowi dan lingkaran Jokowi,” tegas Arief Poyuono.
Pada bagian akhir pesannya dia meminta semua menteri untuk terus kompak. Dia juga yakin, Jokowi telah mencium tanda-tanda ke arah pengkhianatan di kalangan menteri.
Pengalihan Isu, Tutupi Penanganan Covid-19 yang Amburadul

Dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, isu tersebut muncul untuk menutup kinerja pemerintah yang berantakan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.
“Jadi isu itu untuk menutupi penanganan Corona yang amburadul,” ucap Ujang seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7/2021).
Menurutnya, sejauh ini belum pernah ada menteri yang mengundurkan diri dari jabatannya. Yang ada hanyalah reshuflle kabinet.




