Adu Penalti, Duel Mental Paling Menegangkan di Piala Dunia

oleh -83 views
Kiper Maroko Yassine Bounou menggagalkan eksekusi penalti pemain Belanda Crysencio Summerville pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin 29 Juni 2026. Penyelamatan tersebut menjadi momen krusial yang membawa Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti. (AP/Ricardo Mazalan)

“Setiap penjaga gawang berbeda. Masing-masing punya rutinitas sendiri. Kita melihat bagaimana Bounou melakukan penyelamatan dengan caranya sendiri dan itu berhasil mengganggu lawan,” ujar kiper Inggris, Jordan Pickford.

Pelatih Juga Dituntut Tepat Mengambil Keputusan

Tekanan dalam adu penalti tidak hanya dirasakan pemain dan penjaga gawang. Pelatih juga harus menentukan urutan penendang yang akan menjadi penentu nasib tim.

Keputusan tersebut biasanya merupakan kombinasi antara analisis statistik, pengalaman, dan insting. Pemain-pemain utama seperti Kylian Mbappé atau Lionel Messi hampir selalu menjadi pilihan ketika tim menghadapi situasi hidup dan mati.

“Pemain yang paling percaya diri tentu ingin menjadi penendang. Itu hal yang wajar. Saya merasa kami adalah tim yang berani,” ujar Pulisic.

Jordet menilai urutan penendang seharusnya telah disiapkan jauh sebelum pertandingan berlangsung, bukan ditentukan secara spontan.

Baca Juga  Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa STAI Alkhairaat Labuha Memanas, Siapa yang Bakal Jadi Pesakitan?

Ia mencontohkan kegagalan Jerman saat menghadapi Paraguay. Setelah lima penendang pertama dari kedua tim sama-sama sukses, kapten Jerman, Joshua Kimmich, meminta sukarelawan untuk menjadi penendang keenam.

Bek Jonathan Tah akhirnya maju mengambil penalti pertama dalam kariernya. Namun, tendangannya melambung di atas mistar gawang dan membuat Jerman tersingkir.

No More Posts Available.

No more pages to load.