Ia menambahkan, AIMF diharapkan menjadi ruang bagi musisi lokal untuk mengekspresikan karya mereka dan mendorong tumbuhnya kreativitas di kota ini.
Kolaborasi Internasional dan Dukungan UMKM
Direktur AMO Ronny Loppies, menjelaskan festival tahun ini mengundang 12 negara, namun yang hadir secara fisik adalah Thailand, Malaysia, Yunani, dan Belanda, dengan jumlah personil yang lebih banyak dari perwakilan masing-masing negara.
“Karena kondisi Indonesia beberapa waktu lalu, banyak yang membatalkan kedatangan. Meski begitu, partisipasi negara-negara ini tetap memberikan nuansa internasional bagi festival,” ujar Loppies.
Selain pertunjukan musik, AIMF 2025 juga menampilkan pameran UMKM yang dibantu oleh PKK Kota Ambon, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kreatif lokal.
Event AIMF 2025 menjadi bukti bahwa Ambon tidak hanya mengukuhkan diri sebagai kota musik dunia, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan diplomasi budaya di kawasan Asia Tenggara. (Piere Pattipawaey)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









