AJI: Ada 53 Kasus Kekerasan Jurnalis Sepanjang 2019

oleh -50 views

Lalu, siapa saja aktor yang terlibat dalam kasus kekerasan jurnalis? Hasil monitoring AJI, polisi mendominasi dengan angka mencapai 30 kasus. Pelaku kekerasan terbanyak kedua adalah warga (7 kasus), organisasi massa atau organisasi kemasyarakatan (6 kasus), orang tak dikenal (5 kasus).

Sebagian besar kasus kekerasan ini terjadi selama demonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu 20-21 Mei 2019 dan demonstrasi mahasiswa 23-30 September 2019 lalu.

Menurut identifikasi yang dilakukan AJI, serta verifikasi yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Jurnalis, pola dari kasus kekerasan itu sama: pelakunya polisi, penyebabnya adalah karena jurnalis mendokumentasikan kekerasan yang dilakukan mereka.

Di Maluku, kasus penyerangan Kantor Redaksi Harian Kabar Timur oleh warga dari pulau Haruku, masuk dalam catatan sebagai kriminalisasi pers. Kasus tersebut masih menggantung di Polresta Pulau Ambon hingga saat ini.

IMG-20191224-WA0033.jpg
Statistik kekerasan terhadap wartawan pada 2019. Foto: AJI

Sesama Organisasi Profesi Harus Saling Menguatkan

Pemimpin Redaksi Harian Kabar Timur Ongkie Anakoda, menyesalkan masih maraknya kasus represif terhadap jurnalis di Indonesia. Apalagi, jika melihat kekerasan melibatkan orang yang paham dengan hukum.

Baca Juga  Kejati Maluku Periksa eks Kepala BP2JK Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp14,46 M

Untuk mengantisipasi hal ini terus terulang, ia mengimbau perlu ada penguatan antar sesama organisasi profesi wartawan untuk membangun solidaritas. Dukungan ini penting ketika seorang jurnalis dirundung kekerasan dari pihak tertentu.