Sebelum pulang ke Mekkah, para wanita Quraisy menyempatkan diri untuk mencari-cari jenazah para syuhada Muslim yang terbunuh. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Salih bin Kaisan:
Hindun binti Utbah dan para wanita yang bersamanya berhenti untuk memutilasi jenazah para sahabat Nabi. Mereka memotong telinga dan hidung mereka, dan Hindun membuatnya menjadi gelang kaki dan kalung, dan memberikan gelang kaki dan kalung serta liontinnya (yaitu perhiasan-perhiasan yang sebelumnya telah dia janjikan) kepada Wahsyi (pembunuh Hamzah), budak Jubair bin Mutham.
Ibnu Ishaq mendiskripsikan tentang kekejaman Hindun. Dia memotong dan mengeluarkan hati Hamzah dan mengunyahnya, tetapi dia tidak mampu menelannya dan membuangnya.
Berita ini kemudian disampaikan pada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersabda, “Kalau saja dia menelannya, tentu dia tidak akan tersentuh api neraka, karena Allah mengharamkan bagi neraka untuk menyentuh bagian daging Hamzah sedikit pun.”
Syair Hindun
Hindun yang jago beryair itu, menaiki batu yang tinggi dan berteriak sekeras mungkin:
Kami telah membayarmu kembali atas (kekalahan pada Perang) Badar
Dan perang yang mendatangkan perang selalu disertai kekerasan.
Aku tidak tahan kehilangan Utbah (ayah Hindun)
Juga saudara laki-lakiku dan pamannya, dan anak sulungku.
Aku telah melaksanakan pembalasanku dan memenuhi sumpahku.
Engkau, wahai Wahsyi, telah meredakan rasa terbakar di dadaku.
Aku akan berterima kasih kepada Wahsyi sepanjang hidupku
Sampai tulangku membusuk di kuburan.










