“Janganlah kau mencuri!”
“Demi Allah, jika aku memakai harta kepunyaan Abu Sufyan karena suatu keperluan, aku tidak tahu, apakah itu halal atau tidak?” tanya Hindun.
Rasulullah SAW bertanya, “Benarkah kau Hindun binti Utbah?”
“Benar, saya Hindun binti Utbah, maka maafkanlah apa yang telah berlalu.”
Kemudian Nabi bersabda, “Janganlah kau berzina!”
“Wahai Rasulullah, apakah budak yang telah bebas dianggap berzina?”
“Janganlah kalian bunuh anak-anakmu!”
“Sungguh kami telah merawat mereka sejak kecil dan mereka terbunuh pada Perang Badar setelah dewasa. Engkau dan mereka lebih tahu itu.”
Umar bin Khathab tertawa mendengar jawaban Hindun. Nabi melanjutkan, “Janganlah kalian menyebarkan fitnah dan membuat berita bohong!”
“Demi Allah, sesungguhnya memelihara fitnah itu benar-benar perbuatan yang buruk dan merupakan perbuatan yang sia-sia.”
“Dan janganlah kalian berbuat maksiat padaku terhadap perbuatan yang makruf!”
Hindun berkata, “Kami duduk di majelis ini bukan untuk berbuat maksiat terhadapmu dalam hal makruf.”
Rasulullah SAW kemudian berkata pada Umar bin Khathab, “Baiat mereka semua, wahai Umar. Dan mintalah ampunan Allah bagi mereka!”
Umar lalu membaiat mereka. Rasulullah SAW tidak berjabat tangan dengan para wanita itu, dan tidak pula menyentuhnya kecuali wanita-wanita yang benar-benar dihalalkan oleh Allah bagi dirinya atau wanita yang menjadi muhrimnya.









