Akhir Hidup Hindun binti Utbah, Si Pemakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib

oleh -59 Dilihat

Kemudian Hindun berangkat menemui Rasulullah untuk berbaiat. Ia datang dengan menyamar menggunakan cadar, merasa takut bila kemudian Rasulullah menangkapnya setelah mengenal suaranya.

Saat itu banyak pula pria—termasuk Abu Sufyan—dan wanita yang datang berbaiat. Rasulullah didampingi oleh para sahabatnya.

Hindun berkata, “Wahai Rasulullah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan agama yang menjadi pilihan-Nya, agar dapat bermanfaat bagi diriku. Semoga Allah memberi rahmat-Nya padamu, wahai Muhammad. Sesungguhnya aku wanita yang telah beriman kepada Allah dan membenarkan apa yang disampaikan Rasul-Nya.”

Rasulullah SAW berkata, “Selamat datang bagimu.”

“Demi Allah,” kata Hindun, “Tiada sesuatu pun di muka bumi ini penduduk yang berdiam di tenda-tenda lebih aku cintai dari mereka selalu bersama dengan tendamu. Dan sungguh aku telah menjadi bagian dari itu. Dan tidak ada di muka bumi ini penduduk yang berdiam di tenda-tenda lebih aku cintai dari mereka yang selalu ingin dekat denganmu.”

Baca Juga  Survei Voxpol: Golkar Raih Elektabilitas 11,7 Persen, Tempati Posisi Ketiga Nasional

“Dan sebagai tambahan, bacakanlah pada kaum wanita Al-Qur’an. Kau harus bersumpah setia bahwa selamanya kau tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun,” pesan Rasulullah SAW.

“Demi Allah, sesungguhnya kau berhak menyuruh apa pun pada kami, apa yang diperintahkan pada kaum lak-laki dan kami akan menaatinya.”

No More Posts Available.

No more pages to load.