Akhir Hidup Hindun binti Utbah, Si Pemakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib

oleh -59 Dilihat

Di kemudian hari karena perbuatannya ini, Hindun terkenal di kalangan kaum Muslim sebagai “Hindun si pemakan hati”, dan anak-anaknya kemudian terkenal sebagai “anak wanita pemakan hati”.

Dialog Hindun dan Rasulullah SAW
Dendam Hindun membara kepada kaum muslimin menyusul tewasnya saudara Hindun seperti Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah dan Walid bin Utbah dalam Perang Badar.

Pada saat Perang Uhud itu, Abu Sufyan (suami Hindun) menjadi salah seorang panglima pasukan kafir Quraisy Makkah. Dia berperang bersama Hindun yang tergabung dalam 15 orang wanita lainnya.

Pada saat peristiwa Fathu Makkah (pembukaan kota Makkah) dengan masuknya pasukan kaum Muslimin secara damai di Kota Suci itu, Hindun menjadi salah seorang yang masuk Islam. Keislamannya ini dilakukan dengan baik.

Hal itu pernah dikatakannya pada Abu Sufyan, “Aku ingin menjadi pengikut Muhammad.

Baca Juga  Sebut Harta Kekayaan Hendrik Lewerissa Naik Rp15,31 Miliar, MCW Minta KPK Telusuri

“Bukankah aku lihat kau kemarin begitu membencinya,” kata Abu Sufyan.

“Sesungguhnya aku sebelumnya tidak pernah melihat orang yang beribadah pada Allah itu dengan benar hingga apa yang kusaksikan tadi malam. Demi Allah, mereka betah berdiri, ruku’ dan sujud.”

“Jika kau tetap dengan keputusanmu maka laksanakanlah, pergilah membawa seorang dari kaummu untuk menemanimu,” kata Abu Sufyan.

No More Posts Available.

No more pages to load.