Aksi Bersama: Harapan itu Tak Ditunggu tapi Dijemput

oleh -0 Dilihat

Oleh: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

Bismillah. Hari ini menapaki langkah awal Aksi Bersama, wadah bagi warga berhimpun, bertindak, dan hadirkan dampak nyata. Titik mula itu ada di Desa Cihanjuang, Pandeglang. Sebuah jembatan, titian persatuan, kami bangun sebagai pesan bahwa harapan itu tak ditunggu tapi dijemput.

Mengapa gerakan? Karena Indonesia dibangun dengan gerakan. Dari pemberantasan buta huruf hingga ratusan ribu posyandu, sejarah mencatat bahwa saat rakyat bergerak bersama, bangsa ini melesat. Gerakan sipil berperan vital dalam melengkapi program pemerintah dan menguatkan republik.

Mengapa memulai dengan membangun jembatan? Karena di pelosok negeri, jembatan kecil adalah urat nadi kehidupan. Ketika rusak atau hilang, yang terputus adalah harapan. Jembatan-jembatan ini adalah titian menuju sekolah, pasar, puskesmas, layanan dasar. Titian menuju masa depan.

Membangun jembatan adalah menyambung kehidupan. Di atas titian, anak-anak menjemput ilmu, petani mengantar panen, dan tenaga kesehatan menjangkau desa. Jembatan adalah janji keadilan yang ditunaikan, agar tak ada lagi warga yang merasa jauh, hanya karena terpisah oleh sungai.

Baca Juga  IRGC Iran Peringatkan Arab Saudi: Serangan Houthi Akan Semakin Keras

Maka, proyek awal @aksibersama_id ini adalah tentang menyambung mimpi-mimpi kecil dengan peluang-peluang besar. Inisiatif ini jadi ikhtiar kolektif awal untuk menghadirkan Indonesia yang lebih terhubung, lebih setara, dan tak meninggalkan siapa pun di belakang.

No More Posts Available.

No more pages to load.