Kegiatan ini turut mendapat dukungan Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, sebagai bagian dari komitmen perusahaan meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong digitalisasi UMKM di berbagai daerah.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum HIPMI Maluku Gemelita Pattiradjawane, Direktur Yayasan Rumah Literasi, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Ambon.
Dalam kesempatan itu, Pemerhati UMKM Maluku, Rovry Wattimury, menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM di Maluku.
Menurutnya, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari standarisasi produk, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
“Melalui literasi yang diberikan hari ini, para pelaku UMKM diharapkan semakin memahami cara mengelola usaha secara profesional. UMKM Maluku harus menjadi pelopor dalam menciptakan pasar dan mampu naik kelas. Ancaman terbesar dalam usaha bukanlah pesaing, tetapi bagaimana kita memiliki kemauan dan strategi untuk terus berkembang,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, PT Akulaku Finance Indonesia berharap semakin banyak pelaku UMKM di Ambon yang mampu mengelola usaha secara profesional, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta meningkatkan daya saing sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.










