Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat, Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia

oleh -26 views
Al Tusi adalah seorang cendikiawan muslim yang berkontribusi besar dalam sejarah keilmuan Islam. Ia juga salah satu penulis produktif pada zaman Islam periode pertengahan. Foto ilustrasi/mehrnews.com

Al Tusi adalah seorang cendikiawan muslim yang berkontribusi besar dalam sejarah keilmuan Islam . Ia juga salah satu penulis produktif pada zaman Islam periode pertengahan. Bernama lengkap Nasir al-Din Abu Ja’far Muhammad Ibn Muhammad Ibn al-Hasan Mu hammad Ibn Muhammad bin Hasan Abu Bakr al-Tusi, cendekiawan ini hidup pada 1201 hingga 1274 M.

Al Tusi merupakan seorang ahli matematika dan filsafat yang telah banyak menulis buku dalam berbagai bidang ilmu, seperti astronomi, matematika, farmasi, musik, logika, psikologi, filsafat, sastra, geografi, dan teologi.

Ia lahir di Kota Tus, Provinsi Khurasan, Persia (Iran). Menghabiskan masa kecilnya dengan menggali ilmu dari ayahnya. Al-Tusi juga belajar matematika dari cendekiawan yang terkenal ketika itu, yakni Kamal al-Din Muhammad Hasib, dan belajar logaritma, logika, fisafat, dan pengetahuan lainnya dari Abu al-Hasan Bahmanyar ibn Marzuban A’jami Adarbayijani yang merupakan cendekiawan asal Azerbaijan dan merupakan murid dari Ibn Sina.

Baca Juga  Anak Perempuan 8 Tahun Dilaporkan Mati Kelaparan di Kota Gaza

Al-Tusi memang sejak kecil adalah sosok yang haus akan ilmu, berpikiran bebas, namun bijaksana, memiliki imajinasi yang tinggi, dan ingatan yang tajam. Pascamenyelesaikan pendidikannya, al-Tusi pergi ke Kuhistan atas undangan Nasir Muhtasham, gubernur Dinasti Ismaili dan seorang bangsawan yang dihormati.

Namun, hubungan keduanya memburuk hingga al-Tusi berada di bawah pengawasan Istana Alamut, Ismaili, selama 22 tahun. Walaupun hidup dengan berat, al-Tusi banyak menghasilkan karya gemilang dalam bidang astronomi, filsafat, logika, dan sains.

Karya-karya Besar Al Tusi

Pada 1256 M, ketika Ismaili di serang oleh Hulagu Khan, al-Tusi mendapatkan kembali kebebasannya. Ia bahkan diangkat menjadi penasihat Pemerintahan Mongol. Dua tahun kemudian, al- Tusi mendapatkan izin dari Hulagu untuk membangun observatorium astronomi terbesar di dunia Islam, Observatorium Maragha, yang selesai dibangun pada 1259 M. Al-Tusi tetap berada di bawah rezim Abaka Khan, penerus Hulagu Khan, hingga ia wafat pada 1274 M.

Baca Juga  Real Count KPU 43% DPD RI Dapil Malut: Natali Lambung Makmurdin Mus-Namto

Al-Tusi adalah figur cendekiawan dalam tradisi keilmuan Islam yang memberikan kontribusi yang besar dalam sejarah. Ia adalah salah satu penulis produktif pada zaman Islam periode pertengahan. Ia telah menulis buku berbahasa Persia dan Arab lebih dari 150 judul, menulis tentang agama dan bidang keilmuan lainnya.

Ia cendekiawan termasyhur pada masa Ottoman (Turki Usmani). Buku-buku nya banyak tersebar di perpustakaan Ottoman dan dijadikan rujukan pengajaran di madrasah.

Karyanya banyak di gunakan dan dialihbahasakan menjadi bahasa Turki oleh banyak cendekiawan Ottoman. Karya karyanya berupa anotasi dan buku, disalin, dialihbahasakan, dan dicetak. Termasuk pula, karya tentang Observatorium Maragha yang disalin dan direvisi oleh Taqi al-Din Rasid di Istanbul pada akhir abad ke-16 M. Hal ini menunjukkan, al-Tusi tidak hanya memengaruhi keilmuan pada periode Ottoman, tetapi juga turut mengembangkan astronomi pada zamannya.

Baca Juga  Kemenpan-RB Gelar Asistensi Peningkatan RB, SAKIP, dan ZI Wilayah III di Ambon

Wallahu A’lam

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.