Aliansi Adat Maba Sangaji Sebut Pernyataan Gubernur Malut Tidak Berdasar

oleh -425 views
Ketua Karang Taruna Desa Maba Sangaji Aswin Mutalib

Porostimur.com, Ternate – Aliansi Adat Maba Sangaji menyesalkan pernyataan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang dianggap tidak berdasar terkait kasus 11 warga adat Maba Sangaji. Pernyataan gubernur dinilai menyesatkan dan melukai hati keluarga korban yang saat ini masih berjuang mencari keadilan.

Pernyataan yang Dinilai Melukai Keluarga Korban

Ketua Karang Taruna Desa Maba Sangaji Aswin Mutalib, yang juga bagian dari Aliansi Adat Maba Sangaji, menilai pernyataan gubernur soal dugaan pembakaran mobil polisi oleh 11 warga adat sangat keliru.

“Seorang pemimpin tidak selayaknya mengeluarkan pernyataan itu. Seakan-akan memberatkan 11 orang tersebut dan melukai hati keluarga korban,” kesal Aswin, Selasa (9/9/2025).

Ia menegaskan, alih-alih mengeluarkan pernyataan yang melemahkan perjuangan masyarakat adat, gubernur seharusnya melakukan klarifikasi dan berdiri bersama rakyat.

Dugaan Adanya Kongkalikong

Lebih jauh, Aliansi Adat Maba Sangaji menduga adanya kongkalikong antara pemerintah provinsi dan pihak perusahaan PT Position dalam penangkapan 11 warga adat.

Baca Juga  Pangdam XV/Pattimura Pastikan Lahan Blok Masela dan Keamanan Clean and Clear

“Kami hanya meminta kepada Gubernur Malut agar membantu mengeluarkan 11 orang warga adat Maba Sangaji, bukan malah memberi bantuan kepada keluarga korban. Kami tahu 11 warga adat Maba Sangaji hanya datang ke PT Position untuk menuntut hak mereka, bukan melakukan pembakaran,” tegas Aswin.

No More Posts Available.

No more pages to load.