Alquran Dibakar, Belain Tuntut Norwegia Minta Maaf Secara Terbuka

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Aksi demonstrasi kelompok Stopp Islamiseringen Av Norge/ Stop Islamisation of Norway (SIAN) beberapa hari lalu berbuntut pembakaran kitab suci Alquran. Aksi itu langsung memicu kemarahan kelompok Muslim di seantero dunia.

Menanggapi adanya aksi fasis radikal oleh Stop Islamisation of Norway (SIAN) berupa
upaya pembarakan kita suci Al Qur’an di ruang publik terbuka pada tanggal 16
November 2019 di Norwegia, Bela Indonesia (BELAIN).

Direktur Belain, Abdussalam Hehanussa mengatakan, pihaknya prihatin dan memgutuk keeps atas kejadian tersebut. Menurutnya, hal ini dapat melukai perasan masyarakat muslim dan berpotensi menimbulkan konflik.

Direktur Belain, Abdussalam Hehanussa

“Kami sangat prihatin dan mengutuk insiden tersebut, pembakaran Alquran sangat melukai perasaan masyarakat Muslim tidak hanya di Norwegia tetapi juga di seluruh dunia. Hal tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik dan mencederai nilai-nilai perdamaian, yang berdasarkan toleransi dan kebebasan beragama,” tuturnya.

Belain juga mengecam dan mengutuk pernyataan Menteri Kehakiman Norwegia, Joran Kalimyr yang menyatakan aksi provokasi rasial pembakaran kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) oleh kelompok fasis radikal SIAN di Norwegia, tanggal 16 November 2019 adalah bagian dari kebebasan beribicara. Oleh sebab itu, pihaknya menuntut agar Joran Kalimyr meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam atas nama pemerintah Norwegia.

Baca Juga  Lagi, tim gabungan amankan 1 napi

Disisi lain, Belain mengucapkan terima kasih kepada Qusay Reshed aktivis anti teroris Palestina yang berani secara preventif menyerang untuk menghentikan aksi provokasi Lars Thorsen yang merupakan Ketua SIAN.

“Belain mengapresiasi positif sikap tegas Benedicte Bjomland selaku Direktur Polisi Kota Kristiansnad yang telah memperingatkan kelompok fasis radikal SIAN untuk tidak membakar kitab suci umat Islam dalam aksinya karena tindakan tersebut adalah termasuk tindak pidana,” ujarnya.

Baca Juga  RSUP Leimena Ambon Siap Diresmikan

Lebih jauh, Belain menyerukan Presiden Jokowi untuk bersikap secara terbuka mengutuk aksi provokasi rasial dan teroris budaya pembakaran kitab suci umat islam di Norwegia, demi menenangkan hati puluhan juta pemilih muslim yang telah ikut memilih pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf di Pilpres lalu agar tidak terjadi provokasi aksi pembalasan di Indonesia.

“Kami menyerukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengecam sikap Menteri Kehakiman Norwegia agar kebebasan berbicara tidak divisualisasikan untuk pembiaran aksi terorisme,” tukasnya.

Selain itu, Belain juga menyerukan kepada semua organisasi pro demokrasi, pro NKRI, dan pro Solidaritas Islam untuk bersama-sama untuk mengutuk setiap bentuk aksi provokasi kelompok fasis SIAN yang memvisualisasi niat kejahatan teror terhadap Islam Norwegia dalam bentuk pembakaran kitab suci.

Baca Juga  MHB Motivasi Entrepreneur Milenial Kota Ternate

Diketahui, Insiden pembakaran Alquran tersebut terjadi pada 16 November 2019 saat aksi demonstrasi anti-Islam di Norwegia, setelah seorang pemimpin sayap kanan ekstrem, Lars Thorsen, mencoba menodai salinan kitab suci di Kristiansand.

Video ini viral di media sosial. Aksi ini membuat salah seorang pemuda melompati pagar dan menendang orang yang melakukan pembakaran Alquran tersebut. (red)