Ambisi Jokowi Menuai Resistensi

oleh -97 views

Sementara itu, di DKI Jakarta, pasangan PDIP Pramono-Rano mengajukan dukungan kepada Anies Baswedan, mantan gubernur DKI yang kini menjadi simbol perlawanan terhadap oligarki. Situasi ini menciptakan kesan bahwa kontestasi di DKI bukan hanya soal perebutan jabatan gubernur, tetapi juga medan pertempuran antara Jokowi, Megawati, dan Anies.

Namun, langkah cawe-cawe ini membawa risiko besar. Rakyat mulai jengah dengan politik yang hanya menguntungkan elite, sementara isu-isu mendesak seperti ketimpangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat tetap terabaikan. Resistensi terhadap Jokowi pun menguat, dengan munculnya tuntutan untuk mengadili kebijakan dan tindakan politiknya selama menjabat.

Tantangan Kepemimpinan Prabowo di Tengah Bayang-Bayang Jokowi

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan berat dalam menjalankan pemerintahannya. Pertama, ia harus mengelola tuntutan akuntabilitas terhadap Jokowi, termasuk dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan cawe-cawe politik. Kedua, ia masih dibayangi oleh isu pelanggaran HAM masa lalu yang terus menjadi beban politik. Ketiga, ia menghadapi tuduhan bahwa dirinya berada di bawah kendali Jokowi dan oligarki.

Kebergantungan Prabowo pada dukungan koalisi Jokowi dalam pilpres menciptakan kesan bahwa ia tidak memiliki kebebasan penuh sebagai presiden. Cawe-cawe Jokowi dalam politik daerah, yang secara langsung maupun tidak langsung menyeret nama Prabowo, memperkuat persepsi bahwa kepemimpinannya hanya menjadi kelanjutan dari agenda oligarki.

No More Posts Available.

No more pages to load.