Amien Rais, Api yang Dipantik—Perlukah Kita Membiarkannya Membesar?

oleh -45 views

Di titik ini, suara seperti Amien Rais menemukan momentumnya. Ia tidak muncul dari ruang hampa. Ia memanfaatkan energi publik yang sudah ada, lalu mengangkatnya ke permukaan. Sebagai pemantik, perannya efektif: ia membuat isu yang sebelumnya beredar dalam senyap menjadi terang benderang di hadapan semua orang.

Tetapi efektivitas pemantik tidak selalu sejalan dengan ketepatan arah api.

Masalah muncul ketika isu yang diangkat menyentuh wilayah yang paling rapuh: ranah personal yang sulit—bahkan mungkin mustahil—dibuktikan secara terbuka. Di sini, garis antara “mengingatkan” dan “menuduh” menjadi sangat tipis. Dan ketika garis itu dilampaui, diskusi mudah tergelincir dari kritik kebijakan menjadi perburuan aib.

Padahal, jika yang ingin dijaga adalah moral dan kewibawaan istana, maka jalur yang paling kuat bukanlah spekulasi, melainkan verifikasi.

Kita tidak boleh naif: tidak semua yang penting mudah dibuktikan. Tapi bukan berarti semua yang sulit dibuktikan boleh diumbar sebagai kebenaran. Di sinilah demokrasi diuji—bukan pada keberanian untuk bersuara, melainkan pada kedisiplinan untuk membedakan antara apa yang terasa dan apa yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Buka Ujian Sekolah di SDN 15, Wawali Tual Tekankan Integritas dan Kualitas

Lalu bagaimana negara seharusnya bersikap?

No More Posts Available.

No more pages to load.