Analis Prediksi Dolar AS Berpotensi Tembus Rp18.000, Ini Sederet Dampak Buruknya

oleh -51 views
Nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan dalam beberapa waktu ke depan, bahkan berpotensi menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Porostimur.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan dalam beberapa waktu ke depan, bahkan berpotensi menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan level tersebut sudah berada di depan mata dan berpeluang terus melemah jika tekanan berlanjut.

“Kalau tidak minggu ini, kemungkinan minggu depan Rp18.000 bisa tembus. Bahkan berpotensi menuju Rp18.200,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Efek Domino ke Ekonomi

Ibrahim menjelaskan, pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada nilai tukar semata, tetapi juga memicu efek berantai di sektor ekonomi.

Salah satunya adalah dampak psikologis terhadap investor dan pelaku pasar yang cenderung mengalihkan aset ke dolar AS demi menjaga nilai investasi.

Baca Juga  Mengenal Suku-Suku di Maluku: Harmoni dari Negeri Rempah yang Mendunia

“Ketika masyarakat melihat dolar terus menguat, mereka mulai mengalihkan tabungan ke valuta asing,” katanya.

Kondisi ini dinilai dapat mempercepat pelemahan rupiah karena meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di pasar.

Harga Impor Terancam Naik

Pelemahan rupiah juga berpotensi mendorong kenaikan harga barang, terutama komoditas impor dan produk yang bergantung pada bahan baku luar negeri.

Ibrahim mencontohkan kedelai yang sebagian besar masih diimpor, sehingga kenaikan nilai dolar akan langsung berdampak pada harga produk turunannya di dalam negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.