Anggaran Minim, Tahun ini Pemkot Ternate Tak Terima CPNS

oleh -160 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Minimnya kondisi keuangan daerah, menyebabkan Pemerintah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, memutuskan untuk tidak melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021.

Hal ini disampaikan oleh Pj Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang kepada media pers di Balaikota Ternate, Senin (5/4/2021).

Menurut Hasyim, saat ini jumlah tenaga honorer di Pemkot Ternate sudah terlalu banyak, sehingga untuk membayar honor bulanan mereka pun Pemkot sudah sangat kewalahan.

“Saya sudah tanda tangan, untuk formasi penerimaan pegawai tahun ini kita tiadakan. Karena mau cari duit dari mana? Yang saat ini saja susah (digaji), lalu mau angkat yang baru?” ungkapnya.

Link Banner

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Malut ini mengaku, kebutuhan CPNS dibutuhkan sesuai analisis beban kerja. Namun selama ini menurutnya pengangkatan CPNS dilakukan secara tidak beraturan dan tidak sesuai kebutuhan.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut Buka Ujian PAI Tingkat SMA di SMAN 10 Ternate

Ia menuturkan, di Dinas ESDM Malut, ia tidak memakai tenaga honorer. Hanya tenaga kontrak yang dipakai yang sifatnya outsourcing.

“Artinya saya hanya membutuhkan orang tersebut, dengan pekerjaan-pekerjaan tertentu saja. Jadi kalau kontrak 1 tahun selesai ya selesai, supaya tidak ada pembebanan,” jelas Hasyim seperti dilansir dari tandaseru.com.

Hasyim juga mempertanyakan sikap pemerintah Kota Ternate yang selama ini mengangkat banyak pegawai honorer tanpa spesialisasi dan kompetensi yang memadai.

“Jangan-jangan kepala SKPD sengaja membiarkan seperti ini. Jangan sampai ambil kebijakan dari tenaga honorer punya dana,” ucapnya.

Ia mengaku, kejadian seperti ini sama dengan di Kecamatan Ternate Selatan. Di mana pernah kejadian dana fiktif akhirnya dilaporkan masuk.

Baca Juga  Pulau Bair di Maluku Tenggara, Surga Tersembunyi dengan Alam yang Menakjubkan

“Jika ada keterlibatan kepala SKPD dalam dan fiktif kita akan berikan sanksi,” tegas Hasyim.

Ia menambahkan, saat ini kebijakan refocusing anggaran di Pemkot Ternate membuatnya pusing. Sebab tak tahu lagi dana mana yang bakal dipotong.

Salah satu beban keuangan berasal dari para honorer yang jumlahnya membludak. Bahkan, Hasyim bilang, jumlahnya lebih banyak dari PNS.

“Setingkat tempat duduk saja kalah ganti. Itu berarti penerimaan tidak sesuai dengan kebutuhan,” tandasnya.

(red/tsc)